Jam tanganku menunjukan
pukul 20.00 WIB dan langkah kita berhenti di salah satu angkringan. Kita menikmati
kuliner yang aku ibaratkan surga nya makanan yaitu “gudeg komplit” febby selalu
tau kalau tak ada yang bisa membuatku membuka mulut lebih lahap selain gudeg
ini. Dan di setelah aku ceritakan semuanya apa yang tadi terjadi di tempat itu
lalu..
“hah? Jadi lo masih
stalking dia ndah? Apa lagi sih yang dicari dari dia? Payah lo!” pertanyaan
febby itu sekaligus membangunkan dan menyadarkan aku kalau apa memang aku yang
terlalu bodoh.
“iya feb, tapi gue gak
sengaja juga ngelihat postingan dia sama itu nya”
“tapi lo yakin itu cewe
tadi beneran itu nya si kampret sialan itu? Gilaa aja sampe gue ketemu lagi gue
gampar tu” yaa lagi lagi sahabat terbaik ku selalu ber api-api jika sudah
membelaku.
“udalah feb gak
penting. Yaudah balik hotel yuk capek gue” sahutku sambil berdiri dan merapikan
pakaian dan berjalan pelan meninggalakan febby yang masih menghabiskan minuman
nya itu.
Di perjalanan ke hotel
kita menaiki becak dan di perjalanan itu juga sejenak aku menghirup nafas
dalam-dalam dan mencoba melupakan segalanya yang membuat hati dan pikiranku tak
tenang. Berusaha mejadi damai untuk diri sendiiri dan berusaha sangat tenang
dalam menghadapi segala sesuatunya yang mungkin akan terjadi dengan
menyakitkan. Sekalipun hati ini rasanya berontak dengan semua yang terjadi tapi
tetap wajah ini harus selalu tersenyum.
“indah, lo gakpapa
kan?” tanya febby dalam perjalanan itu dan aku hanya menganggukan kepala saja.
“ ndah, gue cuma mau
bilang lupakan apa yang membuat lo sedih dan abaikan apa yang mungkin itu akan
membuat lo sakit. Lo berhak bahagia ndah” kata-kata febby barusan semakin menguatkan ku,
tapi memang gak semudah membalikan telapak tangan untuk bisa membuat semua ini
hilang begitu saja dari memory pikiranku.
.......
Hari kedua ku di kota
istimewa ini “YOGYAKARTA” dengan segala kedamaian nya. Saat aku dan febby
sedang menikmati indahnya candi borobudur dan tiba-tiba entah apa mungkin ini
takdir tuhan atau hanya kebetulan semata saja. Aku melihat dia lagi yaa dia
perempuan itu dengan seseorang yang sangat aku kenal dan sekaligus seseorang
yang sudah berhasil membuat hatiku hancur beberapa waktu lalu. Seseorang yang
selalu aku puja, selalu aku percaya dan seseorang yang aku pikir takkan
mengecewakan ku. Aku melihat nya kali ini yaa aku melihat wajah nya. Tapi
mengapa perasaan ini tetap ada saat aku melihat nya, melihat senyum nya seperti
membawa kedamaian sendiri di hatiku. Namun senyuman itu kali ini bukan untuk
ku, itu untuk nya wanita yang sedang berada di samping nya dengan tangan
melingkar di pinggang nya.
“oh jadi itu yang lo
ceritain kemaren? Wah cari gara-gara dia!” ucapan febby membuyarkan segala
fikiran ku. Dengan cepat aku menarik tangan febby dan mencegah nya untuk
menghampiri mereka.
“udah feb yuk kita
pergi aja dari sini” langkahku pelan – pelan mulai meninggalkan febby dan
tontonan yang sedikit membuat shocking.
Akhirnya kami turun
dari atas candi borobudur, sebenarnya suasana yang aku impikan dari dulu itu
hampir kesampaian yaitu menikmati sore hari dari atas candi borobudur. Tapi
karena peristiwa tadi mendadak semuanya menjadi gelap dan secepat kilat
pikiran-pikiran yang pernah hampir menggerogoti ku mulai muncul. Aku sekuat
tenaga untuk menahan nya, aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya
sudah selesai. Ibarat pohon yang ditebang sampai ke akar-akarnya tidak ada lagi
yang tersisa, tidak!
“dia ngapain sih ndah disini? Bukan nya dia lagi di makasar ye
kate lo? Bikin kesel aje” dan aku hanya bisa menaikan bahuku saja untuk
menjawab pertanyaan febby.
“yauda kita pulang yuk
besok ndah, gimana? Lo gpp kan? Ndah plis yang tadi lo lihat hapus aja, anggep
itu tadi orang gila” dan lagi lagi mulut ini rasanya berat untuk menjawab semua
pertanyaan febby itu. Aku berat untuk meninggalkan kota ini, kota romantis
dengan segala kenanga yang pernah ada. Melangkahkan kaki ku kesini adalah hal
yang selalu aku tunggu dan hal yang paling membuatku bahagia. Bukan karena kota
ini mempunyai arti tersendiri tentang kisah ku dangan nya beberapa tahun lalu,
namun sebelum mengenalnya aku sudah sangat mencintai kota ini, YOGYAKARTA.
............
to be continue :)
YOGYAKARTA #3







0 komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)