Selasa, 07 Februari 2012

Kau dan Bintang










indah namun tak bersua
gemerlap namun tak tersentuh
semuanya terjadi di ujung pelupuk mataku
gemetarnya bibir ini seolah kaku membiru
bintang itu yang sinarnya paling indah
tetapi sinar itu hanya bisa kulihat dalam balik rembulan
senyumku terukir dalam kabut kegalauan yang tak bisa kuredam
bias cahayanya hanya menukik tajam menyorot wajahku
namun tak setegar pohon yang di terpa angin, aku begitu lemah
gerimis yang semula mendung di mataku membuncah dipipi manisku

tersadar aku dan bintang terpisah oleh dimensi dan ruang waktu yang berbeda
persamaan kita hanya seujung jari tetapi perbedaan seluas bumi
awan gelap membetasi pengelihatanku
kabut jingga yang begitu indah telah menutup rapat cahayanya
tak kudapati lagi sinarnya yang selalu melukis senyuman
tak kudapati lagi tarian bintang yang selalu membuat denyutku berdetak lebih kencang
mungkin kini tak lagi ku bersembunyi di balik rembulan
untuk menyaksikan bias cahaya mu yang luar biasa
kau bintang seperti sosok yang telah mencuri hatiku dulu
yang hanya sekedar sedikit merasakan sejuk hangatnya cinta
namun tak kekal hanya singgah untuk menemani hampanya hatiku
sesaat lalu begitu saja mudah menghempaskan bagai dedaunan di hempas angin


Share
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)