YOGYAKARTA, ditemani
dengan rintikan hujan yang halus aku
berjalan menyusuri alun-alun selatan. Langkah ku terus berjalan pelan sambil
menikmati pemandangan lampu warna warni yang terdapat pada odong – odong dan sedang
di naiki oleh para anak muda itu. Langkahku semakin pelan sejak angin yang
perlahan mulai memainkan rambutku, plis jangan berhenti!
......
“dari mana aja kamu
semalem? Aku cari dikamar malah ngilang” tanya febby sambil membuka tirai
kamarku dan sinar matahari perlahan mulai membangunkan mata ini.
“lo nyariin dia lagi?
Buat apa kita jauh-jauh kesini kalo ujung-ujung nya lo ketemuan lagi sama dia?
Basi!” sahut febby sambil membuka selimutku dan memaksaku untuk bangun.
“terserah elo deh ndah
gue uda capek ngomongin lo! Cepet sana mandi gue tunggu di depan, katanya lo
pengen ke keraton hari ini?!” perlahan febby meninggalkanku sendirian dan
dengan muka yang masih sangat ngantuk karna baru tidur 3jam efek semalam.
......
Suara ini yaaa, suara
ini yang selalu aku rindukan di kota ini. Suara gendingan yang khas dan yaaa
entahlah kota ini serasa magic buatku, aku selalu ingin dan ingin lagi dan lagi
kesini. Ke eksotisan budaya dan masyarakat disini membuatku kagum, namun aku
tak ingin tinggal dan menetap di kota ini entah mengapa. Mungkin wajar dengan
segala keajaiban kota ini yang manyihirku dinamai Daerah Istimewa YOGYAKARTA,
karena memang benar-benar istimewa.
Aku dan febby sudah
bersahabat sejak kecil, namun kita pernah terpisah selama 10 tahun karena febby
yang harus mengikuti jejak orang tua nya ke luar negri. Tapi untunglah tahun
ini aku dan dia bertemu lagi, dan tempat inilah yang menjadi tujuan pertama
kita untuk berlibur yaitu JOGJA.
Suara kayuhan delman
sangat khas terdengar di telingaku, matahari pagi ini juga seolah bersahabat
sekali denganku. Aku memejamkan mataku dan menikmati apa yang sedang aku
rasakan dan dengarkan, suara ini dan udara ini sudah lama tak ku nikmati sejak
kejadian itu, indaaaaaaah rasanya.
“indah ! heey! Lo
ngapainn? Aneh!” suara febby membuyarkan
khayalanku.
“tau gak feb, apa yang
lebih indah dari kota ini?
“hmm, paris? Celetuk
febby sambil menatap sinis wajahku,
“yaelah basi banget sih
jawabanmu!” jawabku sambil balik menatap febby dengan sinis
“Terus apaan?” celetuk
febby sambil semakin menghadapkan wajahnya ke hadapan indah dengan serius
“yaa gak tau makanya
gue nanya lo feb! Hahahahah”
“indaaaaah! Dasar
rese!”
Delman yang daritadi
membawaku dan febby berkeliling sekitaran tempat ku menginap dan malioboro
berhenti tiba-tiba dan itu juga yang mengakhiri pembicaraanku dan sahabat
terbaik ku ini. Ternyata tempat yang menjadi tujuan kita sudah sampai yaitu
toko kerajinan yang juga menjual macam-macam kerajinan untuk dijual. Langkahku
tiba di tempat tujuan awal dan masih banyak tempat-tempat lain yang akan aku
datangi, sedikit ku menarik nafas dalam dan bicara dalam hati “kota ini selalu
istimewa di segala kondisi walaupun panas terik sekalipun”
Hari itu sahabat
terbaik ku fabby memang sangat memanjakan ku, dia sangat bisa membuatku bahagia
dan melupakan kejadian lalu itu yang sangat menyakitkan hati. kita mengunjungi
3 tempat sekaligus hari itu yaitu setelah ketempat kerajinan lalu ke tempat
pembuatan bakpia yang emang itu makanan khas jogja dan tempat terakhir sebagai
penutup di hari itu adalah malioborro. Kita menghabiskan waktu untuk
jalan-jalan dan berbelanja hingga malam. Dan pada saat aku sedang sibuk memilih
barang tiba-tiba ada yang bicara dari belakang ku
“mbak maaf itu punya
saya” dan seketika aku menoleh dan melihat siapa dia. Seorang perempuan dengan
rambut di gerai panjang dengan pakaian seperti wanita karir.
Aku masih tertegun dan
bingung antara percaya tidak percaya dan antara yakin atau tidak yakin.
“Apakah itu dia? Jadi
dia ada disini juga? Dengan siapa dia? Oh tuhan kumohon jangan” dalam hatiku
masih terus bertanya dan mataku sambil melihatnya berjalan lalu menghilang dari
kerumunan manusia di keramaian.
“ndah, lo uda selesai?
Jadi yang mana?”
“heloooow indaaaah!!!
Lagi liatin apasih lo? Setan hah? Hahaha” celetuk febby yang sedari tadi
memanggilku tanpa ku hiraukan
“nggak feb, ini lebih
dari sekedar setan...” jawab ku sambil menarik tangan nya lalu pergi dari
tempat itu.
Sejak aku membawa febby
pergi meninggalkan tempat itu, langkahku sangat pelan dan aku masih
bertanya-tanya dalam hati apa mungkin itu dia? Lalu dia dengan siapa? Dan sejak
tadi pun febby masih terus menghujaniku dengan pertanyaan-pertanyaan penasaran
nya itu.
......
to be continue :)
YOGYAKARTA #2