Jumat, 10 April 2020

Dari awal handsaplast...

0 komentar
Januari : ketika awal sebuah luka membekas dengan jahatnya, memerah, berair dan dalam.

Februari : aku menemukan handsaplast. Layaknya handsaplast yang hanya membantu penyembuhan luka sementara. Tapi aku bahagia. Dia mengajarkan ku banyak hal yang membuat naiknya kesabaranku dan terkadang membuat melupakan rasa sakit luka ku.

Maret: Yaa... masih bekerja sebagai handsaplast dan belum ada tanda-tanda layu. Dan lukaku perlahan sembuh, aku sangat bahagia.

April: handsaplast itu mulai menunjukan berkurang nya fungsi, sudah layu bahkan tidak bisa merekat. Dia menghilang disaat lukaku belum benar-benar sembuh

Mei : ketika aku mencoba mencari-cari dan merekatkan kembali handsaplast. Semakin aku paksakan dia tidak bisa merekat kembali seperti dulu, lukaku belum mengering. Dan aku harus merelakan lukaku sembuh tanpa bantuan handsaplast lagi. Aku harus mandiri.

Juni : Aku...
Masih membutuhkan handsaplast lamaku.
Read More..

From...

0 komentar
Kita memang sama-sama sedang berlari ke arah yg sama, namun lintasan kita berbeda.
Kita memang sama-sama sedang berjuang namun pengorbanan kita berbeda.
Untuk yang sedang menggenang lepaskan saja.
Untuk yang mudah menggenang, menangislah.

Kita akan liat apa yang sebenarnya semesta rencanakan...


Read More..

Rabu, 08 April 2020

Penantian

0 komentar

Ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan...
Ketika rencana yg telah disusun tidak berjalan...
Ketika alam semesta tidak berpihak ...
Takdir Tuhan ber
kuasa...
Tegarlah terus,
Kuatlah terus,
Naikanlah dagumu,
Lapangkan dadamu
Hadiah dari tuhan sedang menanti.
Lihatlah apa siapa yg akan lebih cepat, kebahagiaan atau kesedihan.
Sekubu lah dengan semesta
Akur lah dengan takdir
Lihatlah mereka bekerja lebih cepat,

Tunggulah sebentar lagi, bersabarlah sedikit lagi.
Yang kau tunggu akan segera datang. 
Read More..

Selasa, 01 Maret 2016

Quote Of The Day

0 komentar



Ketika ruang dimensi tak bersahabat, ketika jarak dengan angkuhnya memisahkan. 
Semua mulai terasa rapuh, perih, tidak berdaya. 
Dan akhirnya menyerah :')

-anonim-
Read More..

YOGYAKARTA #3

0 komentar
Malam kedua di jogja dan besok aku harus mengakhiri kisah perjalananku di kota romantis ini, entahlah rasanya sungguh berat. Mungkin karena terlalu lelah sehingga baru jam 07.00 malam febby sudah lelap, aku meninggalkan nya dia sendirian di kamar hotel. Aku ingin menikmati sendiri malam terakhirku di kota ini. Sungguh aku sendiri sangat tak mengerti mengapa kota ini bak sihir yang membuatku jatuh cinta selalu dengan nya.

Langkahku tepat pada monumen tugu jogja, aku berjalan sendirian sambil menikmati suasana malam jogja, ditemani dengan alunan musik dari para musisi jalanan. Suara ini sangat khas dan ini yang selalu tidak bisa ku lupakan dari kota ini, alunan tembang dipadu dengan alunan suara musisi jalanan yang ramai, cahaya lampu jalan yang kekuningan sangat romantis sekali.
Berada pada salah satu angkringan, aku duduk sambil mengamati para musisi jalanan yang dengan gembira bersenandung melantunkan suara-suara indah khas jogja. Momen seperti ini yang selalu membuat perasaanku menjadi sangat tenang dan lupa dengan segala yang akhir-akhir ini terjadi padaku.

“minum?” tiba tiba ada seseorang yang menyodorkan minuman mineral di depan wajahku persis dan sontak aku menoleh dan melihatnya. Dia lagi? Kenapa harus dia lagi tuhan? Aku harus apa ini? Dalam hati aku terus bicara seperti itu. Aku sangat bingung mau gimana apakah harus lari dan meninggalkan nya? Atau harus menerima air minum itu dan berpura-pura its okay?

“kamu apa kabar? Uda lama ya kita gak ketemu?” senyuman kecil diberikan nya padaku namun aku masih belum bisa menjawabnya. Rasanya seluruh tubuhku seperti besi yang kaku tak bisa bergerak, tak bisa membuka mulut. Seperti melihat setan, dan ini menurutku lebih dari sekedar melihat setan dan aku masih belum bisa menoleh untuk melihatnya.
“kamu ke kota ini juga ternyata, kamu sama siapa kesini? Sendirian? Mana pacar mu? Tenyata km masih cinta kota ini juga ya” banyak pertanyaan yang dia ajukan namun aku masih belum bisa menjawab nya.
“ndah.....” lambaian tangan nya didepanku membuyarkan lamunanku, dan pelan pelan aku mulai bisa membuka mulutku.
“hmm, makasih tawaran minum nya aku gak haus dan urusan aku kesini sama siapa itu bukan urusan mu, kamu gak perlu tau. Maaf aku harus balik ke hotel” dan aku beranikan diri untuk meninggalkan nya, namun baru beberapa langkah dia sudah menghampiriku dan berada didepanku tepat.


“ndah... kita masih bisa berteman kan? “ perkataan nya itu selah membuatku berfikir jika dia memberikan sedikit celah untuk ku. Namun setelah aku pikir aku takkan tertipu dengan nya untuk kesekian kalinya lagi. Aku hanya mengangguka kepala dan pergi menghindar dari nya. Sepanjang jalan ku kembali ke penginapan aku terus memikirkan hal yang barusan saja terjadi, dan bertanya-tanya kemana perempuan itu? Kenapa dia tak ada di samping nya? Ah sudahlah tidak seharusnya aku mencoba memikirkan nya kembali.

..........
to be continue :)
YOGYAKARTA #4 
Read More..

Rabu, 11 Maret 2015

YOGYAKARTA #2

0 komentar
Jam tanganku menunjukan pukul 20.00 WIB dan langkah kita berhenti di salah satu angkringan. Kita menikmati kuliner yang aku ibaratkan surga nya makanan yaitu “gudeg komplit” febby selalu tau kalau tak ada yang bisa membuatku membuka mulut lebih lahap selain gudeg ini. Dan di setelah aku ceritakan semuanya apa yang tadi terjadi di tempat itu lalu..

“hah? Jadi lo masih stalking dia ndah? Apa lagi sih yang dicari dari dia? Payah lo!” pertanyaan febby itu sekaligus membangunkan dan menyadarkan aku kalau apa memang aku yang terlalu bodoh.
“iya feb, tapi gue gak sengaja juga ngelihat postingan dia sama itu nya”
“tapi lo yakin itu cewe tadi beneran itu nya si kampret sialan itu? Gilaa aja sampe gue ketemu lagi gue gampar tu” yaa lagi lagi sahabat terbaik ku selalu ber api-api jika sudah membelaku.
“udalah feb gak penting. Yaudah balik hotel yuk capek gue” sahutku sambil berdiri dan merapikan pakaian dan berjalan pelan meninggalakan febby yang masih menghabiskan minuman nya itu.
Di perjalanan ke hotel kita menaiki becak dan di perjalanan itu juga sejenak aku menghirup nafas dalam-dalam dan mencoba melupakan segalanya yang membuat hati dan pikiranku tak tenang. Berusaha mejadi damai untuk diri sendiiri dan berusaha sangat tenang dalam menghadapi segala sesuatunya yang mungkin akan terjadi dengan menyakitkan. Sekalipun hati ini rasanya berontak dengan semua yang terjadi tapi tetap wajah ini harus selalu tersenyum.

“indah, lo gakpapa kan?” tanya febby dalam perjalanan itu dan aku hanya menganggukan kepala saja.
“ ndah, gue cuma mau bilang lupakan apa yang membuat lo sedih dan abaikan apa yang mungkin itu akan membuat lo sakit. Lo berhak bahagia ndah”  kata-kata febby barusan semakin menguatkan ku, tapi memang gak semudah membalikan telapak tangan untuk bisa membuat semua ini hilang begitu saja dari memory pikiranku.

                                                            .......
Hari kedua ku di kota istimewa ini “YOGYAKARTA” dengan segala kedamaian nya. Saat aku dan febby sedang menikmati indahnya candi borobudur dan tiba-tiba entah apa mungkin ini takdir tuhan atau hanya kebetulan semata saja. Aku melihat dia lagi yaa dia perempuan itu dengan seseorang yang sangat aku kenal dan sekaligus seseorang yang sudah berhasil membuat hatiku hancur beberapa waktu lalu. Seseorang yang selalu aku puja, selalu aku percaya dan seseorang yang aku pikir takkan mengecewakan ku. Aku melihat nya kali ini yaa aku melihat wajah nya. Tapi mengapa perasaan ini tetap ada saat aku melihat nya, melihat senyum nya seperti membawa kedamaian sendiri di hatiku. Namun senyuman itu kali ini bukan untuk ku, itu untuk nya wanita yang sedang berada di samping nya dengan tangan melingkar di pinggang nya.
“oh jadi itu yang lo ceritain kemaren? Wah cari gara-gara dia!” ucapan febby membuyarkan segala fikiran ku. Dengan cepat aku menarik tangan febby dan mencegah nya untuk menghampiri mereka.
“udah feb yuk kita pergi aja dari sini” langkahku pelan – pelan mulai meninggalkan febby dan tontonan yang sedikit membuat shocking.

Akhirnya kami turun dari atas candi borobudur, sebenarnya suasana yang aku impikan dari dulu itu hampir kesampaian yaitu menikmati sore hari dari atas candi borobudur. Tapi karena peristiwa tadi mendadak semuanya menjadi gelap dan secepat kilat pikiran-pikiran yang pernah hampir menggerogoti ku mulai muncul. Aku sekuat tenaga untuk menahan nya, aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya sudah selesai. Ibarat pohon yang ditebang sampai ke akar-akarnya tidak ada lagi yang tersisa, tidak!
“dia ngapain sih  ndah disini? Bukan nya dia lagi di makasar ye kate lo? Bikin kesel aje” dan aku hanya bisa menaikan bahuku saja untuk menjawab pertanyaan febby.


“yauda kita pulang yuk besok ndah, gimana? Lo gpp kan? Ndah plis yang tadi lo lihat hapus aja, anggep itu tadi orang gila” dan lagi lagi mulut ini rasanya berat untuk menjawab semua pertanyaan febby itu. Aku berat untuk meninggalkan kota ini, kota romantis dengan segala kenanga yang pernah ada. Melangkahkan kaki ku kesini adalah hal yang selalu aku tunggu dan hal yang paling membuatku bahagia. Bukan karena kota ini mempunyai arti tersendiri tentang kisah ku dangan nya beberapa tahun lalu, namun sebelum mengenalnya aku sudah sangat mencintai kota ini, YOGYAKARTA.
  
                                                        ............

                                                                                            to be continue :)
                                                                                            YOGYAKARTA #3

Read More..

Sabtu, 21 Februari 2015

YOGYAKARTA #1

0 komentar
YOGYAKARTA, ditemani dengan  rintikan hujan yang halus aku berjalan menyusuri alun-alun selatan. Langkah ku terus berjalan pelan sambil menikmati pemandangan lampu warna warni yang terdapat pada odong – odong dan sedang di naiki oleh para anak muda itu. Langkahku semakin pelan sejak angin yang perlahan mulai memainkan rambutku, plis jangan berhenti!
                                                            
                                                                   ......

“dari mana aja kamu semalem? Aku cari dikamar malah ngilang” tanya febby sambil membuka tirai kamarku dan sinar matahari perlahan mulai membangunkan mata ini.
“lo nyariin dia lagi? Buat apa kita jauh-jauh kesini kalo ujung-ujung nya lo ketemuan lagi sama dia? Basi!” sahut febby sambil membuka selimutku dan memaksaku untuk bangun.
“terserah elo deh ndah gue uda capek ngomongin lo! Cepet sana mandi gue tunggu di depan, katanya lo pengen ke keraton hari ini?!” perlahan febby meninggalkanku sendirian dan dengan muka yang masih sangat ngantuk karna baru tidur 3jam efek semalam.

                                                                 ......

Suara ini yaaa, suara ini yang selalu aku rindukan di kota ini. Suara gendingan yang khas dan yaaa entahlah kota ini serasa magic buatku, aku selalu ingin dan ingin lagi dan lagi kesini. Ke eksotisan budaya dan masyarakat disini membuatku kagum, namun aku tak ingin tinggal dan menetap di kota ini entah mengapa. Mungkin wajar dengan segala keajaiban kota ini yang manyihirku dinamai Daerah Istimewa YOGYAKARTA, karena memang benar-benar istimewa.
Aku dan febby sudah bersahabat sejak kecil, namun kita pernah terpisah selama 10 tahun karena febby yang harus mengikuti jejak orang tua nya ke luar negri. Tapi untunglah tahun ini aku dan dia bertemu lagi, dan tempat inilah yang menjadi tujuan pertama kita untuk berlibur yaitu JOGJA.

Suara kayuhan delman sangat khas terdengar di telingaku, matahari pagi ini juga seolah bersahabat sekali denganku. Aku memejamkan mataku dan menikmati apa yang sedang aku rasakan dan dengarkan, suara ini dan udara ini sudah lama tak ku nikmati sejak kejadian itu, indaaaaaaah rasanya.
“indah ! heey! Lo ngapainn? Aneh!”  suara febby membuyarkan khayalanku.
“tau gak feb, apa yang lebih indah dari kota ini?
“hmm, paris? Celetuk febby sambil menatap sinis wajahku,
“yaelah basi banget sih jawabanmu!” jawabku sambil balik menatap febby dengan sinis
“Terus apaan?” celetuk febby sambil semakin menghadapkan wajahnya ke hadapan indah dengan serius
“yaa gak tau makanya gue nanya lo feb! Hahahahah”
“indaaaaah! Dasar rese!”

Delman yang daritadi membawaku dan febby berkeliling sekitaran tempat ku menginap dan malioboro berhenti tiba-tiba dan itu juga yang mengakhiri pembicaraanku dan sahabat terbaik ku ini. Ternyata tempat yang menjadi tujuan kita sudah sampai yaitu toko kerajinan yang juga menjual macam-macam kerajinan untuk dijual. Langkahku tiba di tempat tujuan awal dan masih banyak tempat-tempat lain yang akan aku datangi, sedikit ku menarik nafas dalam dan bicara dalam hati “kota ini selalu istimewa di segala kondisi walaupun panas terik sekalipun”

Hari itu sahabat terbaik ku fabby memang sangat memanjakan ku, dia sangat bisa membuatku bahagia dan melupakan kejadian lalu itu yang sangat menyakitkan hati. kita mengunjungi 3 tempat sekaligus hari itu yaitu setelah ketempat kerajinan lalu ke tempat pembuatan bakpia yang emang itu makanan khas jogja dan tempat terakhir sebagai penutup di hari itu adalah malioborro. Kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan dan berbelanja hingga malam. Dan pada saat aku sedang sibuk memilih barang tiba-tiba ada yang bicara dari belakang ku

“mbak maaf itu punya saya” dan seketika aku menoleh dan melihat siapa dia. Seorang perempuan dengan rambut di gerai panjang dengan pakaian seperti wanita karir.
Aku masih tertegun dan bingung antara percaya tidak percaya dan antara yakin atau tidak yakin.
“Apakah itu dia? Jadi dia ada disini juga? Dengan siapa dia? Oh tuhan kumohon jangan” dalam hatiku masih terus bertanya dan mataku sambil melihatnya berjalan lalu menghilang dari kerumunan manusia di keramaian.
“ndah, lo uda selesai? Jadi yang mana?”
“heloooow indaaaah!!! Lagi liatin apasih lo? Setan hah? Hahaha” celetuk febby yang sedari tadi memanggilku tanpa ku hiraukan
“nggak feb, ini lebih dari sekedar setan...” jawab ku sambil menarik tangan nya lalu pergi dari tempat itu.

Sejak aku membawa febby pergi meninggalkan tempat itu, langkahku sangat pelan dan aku masih bertanya-tanya dalam hati apa mungkin itu dia? Lalu dia dengan siapa? Dan sejak tadi pun febby masih terus menghujaniku dengan pertanyaan-pertanyaan penasaran nya itu.
                             
                                                                        ......

                                                                                            to be continue :)
                                                                                            YOGYAKARTA #2

Read More..