Pagi ini awalnya aku ingin semuanya ku mulai dengan senyuman. Tapi ternyata keadaan memposisikan ku pada kenyataan yang tak pernah ingin ini semua ada. Lembaran lembaran awan gelap dan di selimuti dengan rintik rintik hujan membawaku pada mendung di hatiku. Sungguh aku ingin melupakan nya semuanya, meskipun semuanya semu. Oh tuhan apa maksud dari apa yang kau perlihatkan tadi kepadaku? Menykitkan. Kesedihan akan terus bergelamung di hatiku jika semua itu terjadi. Dia orang yang paling aku sayangi tuhan tolong jangaaan. . . , derai airmata mulai turun kini dipipiku dengan latar cuaca yang sangat mendukung membuatku semakin meresapi apa yang baru terjadi tadi. Aku harap semuanya, apa yang kau tunjukan, berupa mini film yang sangat terekam jelas di memori otak ku takkan kau jadikan semua itu realita di hidupku tuhan. Akan hancur hatiku jika semuanya nyata, takkan ada gunanya lagi aku berada di dunia ini.
Benarkah ini takkan terjadi cepat menimpaku? Aku masi sangat banyak berhutang budi pada nya. Aku ingin membuat raut lukisan senyuman, tangis kebahagian di wajahnya. Tanganku masih sangat kaku untuk menjadi mediator lukisan kebahagiaan nya. Dia sangat berjasa, dia belahan jiwaku, aku masih sangat bergantung padanya. Tolong jangaan secepat itu kau minta kembali dia di pelukmu. Aku ingin dia yang menjadi saksi kesuksesan ku nanti. Aku ingin dia menjadi orang pertama yang memeluku disaat saat keberhasilanku nanti. Aku masih membutuhkan bahunya untuku bersandar . aku masih sangat ingin terus menghirup harum masakanya yang slalu bisa membuatku sebesar ini. Dia orang yang paling aku sayang di dunia ini, tak ada lagi yang bisa mengerti aku selain dia. Aku mendoakan agar dia slalu kau panjangkan umurnya sampai raut indah senyum kebahagiaan terpampar di indahnya wajahnya. Tuhan tolong jangan ambil ibuku dulu L
Share








1 komentar:
nice post!
salam blogwalking dari komunitas blogger upn jatim :D
Posting Komentar
Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)