Minggu, 11 Desember 2011

janji kelingking kita

Ketika aku sudah mulai merasakan cinta itu hadir, ketika semuanya kurasa akan berjalan baik baik saja. Tetapi semuanya pudar begitu saja, hilang sampai tak berbekas. Tolong jangan buat aku sebagai pelampiasanmu semata. Aku rela kau sakiti asal kamu takkan meninggalkan aku. Jika kamu tau betapa berat rasanya menerima jika kau lebih memilih dia yang baru kau kenal dari pada aku yang notaben nya hanya seorang dari anak kelas biasa. Sedangkan dia punya segalanya, dia cantik, dia kaya, dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan hanya dengan kedipan mata saja. Tetapi ingat dia tak pernah punya apa yang seperti kumiliki sekarang ini, yaitu aku punya hati yang rela kau sakiti demi kau bahagia bersama orang lain yang kau cintai.
“kemana lagi kamu ajak aku cal” tangan nya sambil menutup mataku
“sureprise! Kamu suka kan” sambil membuka kedua mataku, aku takjub, aku sangat menyukainya.
“janji cal ini semua gag akan pudar?”  “janji” kelingking kita bersatu mengucap janji itu
Ternyata aku dibawanya ditengah  danau dengan menggunakan perahu kecil. Dan dia mengukir namaku dan namanya dengan bunga yang di taburkan di tengah danau. Hatiku serasa takjub dan kagum melihatnya, dan mataku seolah tak ingin melewatkan setiab detik momen seperti ini. Sikapnya yang seperti itu yang membuatku jatuh cinta kepadanya melebihi seorang sahabat.
Ical merupakan cinta pertamaku, berawal dari kedekatan kita sewaktu SMP dan sampai sekarang kita masih sangat dekat. Aku tau dia hanya sebatas sahabat terbaiku dia selalu mengerti aku. Apapun yang aku rasakan seolah diapun mengerti, aku tak ingin kehilangan dia sungguh.  Dia memang sering memberiku kejutan walupun hanya semampunya dan hanya sekedar  membuatku  tersenyum lagi. Semuanya itu ternyata gag berlangsung lama sampai ical mengenal “iren” teman sekampusnya. Sampai tak ada waktu sedikitpun untuku, ical lebih sering membagi waktunya bersama iren. Aku mengerti itu hal dia untuk bergaul dengan siapa saja. Setiap kali aku ingin bertemu selalu yang jadi alasan “maaf nes aku ada janji sama iren, besok ya” selalu besok besok dan besok.
Suatu saat aku memergoki iren sedang bersama teman temanya dan semuanya cowok. Aku sempat mendengar pembicaraan mereka,
“ren, gimana  berhasil gag loe dapetin si kunyuk itu” “tenang guys  kurang dikit lagi elo bakal dapet jatah kog asal terus bantuin gue oke!”
Oke aku bakal jauhin ical dari iren, aku gag mau sahabat ku di jadiin bahan taruhan mereka.
“ical ical ical tunggguuuuuuuu. . . .” aku berlari sambil mengejar ical yang begitu cepet jalan di hadapanku tanpa mau menengok aku
“apaan sih ness aku ada janji mau dinner sama iren!” sambil melepaskan pegganganku
begitu sering aku mengingatkan nya tentang iren, tetapi usahaku tak pernah mendapatkan respon positif darinya. Aku tau aku tak secantik dia, aku hanya seorang anak penjahit yang hanya kebetulan mempunyai sahabat setampan ical dan kebetulan aja perasaanku ke ical mulai jauh lebih peka. Aku tak bermimpi mendapatkan nya, tapi aku hanya ingin menjadi sahabat yang baik. Aku rela kau bersama dengan yang lain asal jangan sampai wanita yang kau cintai menyakiti hatimu. Aku tak ingin melihat sahabat terbaiku sedih dan kecewa.
“aku benci nangis! Udah doooong plissssssss!”  aku menyukai danau ini karna tak ada satu orang pun disini jadi aku bisa lebih leluasa mencurahkan isi hatiku. Danau yang sama sewaktu ical membawaku kesini  5 bulan yang lalu saat hari  jadi persahabatan kita.
“tuhan, apa memang cerita cintaku kau buat serumit ini?”
“apa memang sudah waktunya hujan airmata ini terus deras dipipiku?
“tuhan apapun yang terjadi tolong lindungi ical, berikan dia yang terbaik”
“aku hanya bisa mendoakanya sebagai sahabat nya meski itu menyakitkan”
Tiba tiba ada yang memeluku dari belakang dan mengatakan di telingaku “maafkan aku” aku kenal betul suara itu dan aku mengerti siapa ini. Berharap aku hanya berkhayal tak mungkin dia disini.
“kenapa diem?  Ngapain sih nangis? Jelek begog!”  sambil menghapus airmataku, dan ternyata ical
“karna aku mencintaimu, cal” aku hanya berani berkata itu dalam hati saja
Ical sudah mengerti apa yang semua udah di lakuin sama iren kepadanya. Dia sadar bahwa ternyata tak ada yang lebih berharga dari cinta ketulusan dari seorang sahabat.Sejak saat itu aku sadar bahwa aku akan lebih bahagia jika bersama dia meskipun hanya sebagai seorang sahabatnya. Aku rela mengubur dalam dalam perasaanku ini, agar aku selalu bisa bersamanya, agar aku selalu bisa mendapatkan senyuman semangatnya.
Semuanya memang menyakitkan untuku, berharap dia menganggapku lebih dari sekedar sahabatnya. biarkan hanya aku, tuhan, dan perasaanku saja yang mengetahuinya.  Tapi semuanya indah jika kita selalu bersama, aku tak mau kehilangan setiap waktu berhargaku dengan nya lagi, dan aku takkan membuang perasaan cintaku ini kepadanya. Apapun yang terjadi dan bagaimanapun keadaan nya kita akan selalu bersama “janji kelingking” .  Karena cinta seorang sahabat lebih abadi dari segalanya.
Share
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)