Masih sangat teringat jelas ketika semua seisi kampus memandangiku seolah aku adalah sampah yang sedang berjalan dihadapan nya. Mungkin aku cukup terbiasa dengan sikap seseorang yang baru pertama mengenalku dan melihatku. Tapi sampai kapan hati ini terus menahan derasnya cercaan dan cacian hanya karna aku seorang anak kelas bawah yang terpelincir masuk univ bergengsi itu karena beasiswa. Aku sadar cara berpakaianku yang menurut mereka "cupu" tapi inilah aku dengan segala keederhanaanku. Aku memang berbeda dengan yang lain tapi aku ingin menunjukan bahwa aku bisa lebih dari mereka dari segi prestasiku .
Hari ini aku hanya ingin menyendiri di sudut taman tak jauh dari kampus, aku sangat menyukai taman ini karna dsinilah aku sering menghabiskan waktu bersama alamrhum ibuku. Beliaulah yang mengajarkan ku untuk menjadi seseorang yang tegar dan kuat, beliau sumber inspirasiku dimana selalu bejuang untuk aku agar tetap bisa bersekolah di tengah keterbatasan ekonomi. "kamu lagi apa?" suara itu membuyarkan lamunanku . ternyata dia yang kemarin sangat meyakinkanku bahwa dia tulus mencintaiku tak memandang dari derajat apa aku berada atau gimana keadaan ku sekarang. yaa dia teman perjuangan SMA ku dulu, kita sangat dekat bahkan sudah ku anggap sebagai saudara. kita hanya berjarang 5cm sama memandang kearah taman, entah ada apa sore itu angin sangat kencang dan dingin. "aku akan berusaha berjuang mendapatkan hatimu untuku percayalah" memang hanya dia yang bisa membuat aku merasa sempurna hanya di dekatnya aku merasa tenang. tapi aku masih sangat menyimpan trauma kepada seorang lelaki. Dahulu ayahku sangat jahat bahkan melebihi monster menurutku karna selalu bersikap kasar kepada ibu, sampai sampai aku sangat teramat benci kepadanya aku benci lelaki karna mereka hanya bisa membuat hati perempuan terluka. tapi sungguh luarbiasa hati ibuku karna selalu bisa sabar menahan amarahnnya dan selalu berdoa agar ayahku di ampuni kesalah kesalahanya. aku ingin seperti ibuku tetapi aku juga tidak ingin laki laki menginjak injak ku seperti itu. kini zaman telah berbeda kedudukan wanita lebih agung dari pria. - be continue -
Share








0 komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)