Ini semua membangunkanku dari sesuatu yang selalu membingungkan ku selama ini. Penantian bodohku telah menghabiskan sejuta detik seribu menit dan seratus jam. Apa yang aku temukan dalam penantian panjangku hanya membuahkan sesuatu yang tak ingin aku dengar dan aku lihat darinya. Sebuat penghianatan yang halus dan sedikit ucapan yang mampu membuat otak ku kembali bekerja lebih keras, apakah dia masih pantas untuk aku harapkan? To much hope cause you give me wish. Leluconkah ini? Kau lebih memilih dia yang baru dalam hidupmu, dia yang baru kau kenal, dia yang baru membuat kau tersenyum, dan dia yang baru saja membuatmu melayang. Mungkin memang seuatu yang baru akan lebih nyaman dari pada seseorang yang sudah rela menunggumu lama dalam hitungan waktu yang tak terhitung. Sadarkah kau seseorang yang rela menunggumu dalam kesetiaan nya membalutmu dengan senyuman saat kau sedang bersedih di tinggalkan dia (yang baru di hidupmu), seseorang itu rela menjadi sasaran tak terhentimu saat kau kesal kepada dia. Pelan tapi pasti seseorang yang sudah menaruh harapan besar kepadamu berharap bahwa suatu saat kau bisa mencintainya seperti dia sangat mencintaimu. Namun sekarang aku mulai bisa sedikit menghapus sketsa wajahmu yang selalu mengisi pikiranku. Tapi kenangan ku denganmu takkan aku buang sedikitpun walupun itu menyakitkan, karena suatu hari akan ku tunjukan pada dunia bahwa aku bisa mencintai seseorang dengan tulus dan ikhlas, walaupun selalu dihiasi dengan gerimis di pipi dan gelap di siang hari. Waktu akan menjadi jawaban suatu saat jika kau menanyakan keberadaanku yang mulai menghilang dari hidup mu. J
Share







0 komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)