Semua berawal dari pertemuan kita yang sangat tak terduga. Aku tak oernah menyangka jika akhirnya aku kini sangat mencintainya. Tapi menyakitkan karena ada penghalang besar yang menuntunku untuk ketidak beranian mencintainya. Yaah awal SMA pertemuan kita, sekelas, bangku kami pun tak b erjauhan, tetapi kami tak saling mengenal satu sama lain mulanya. Akhirnya karena salah satu dari teman nya kita akhirnya mulai dekat. Tapi pertama aku tak sama sekali menyukainya. Aku sangat ilfeel dengan penampilan nya. Culun bangeet, berkacamata item, pokoknya gag bangeet deh. Waktu itu aku masih sangat akrab dengan sahabatnya ya yang menurutku lumayan laah. Tetapi sampai akhirnya sesuatu yang membuat hubunganku sama sahabatnya itu smakin jauh karena dia memilih orang lain. Nah dari situ akhirnya kita semakin dekat.
Selama aku berada di posisi terancamku dan menganggap bahwa hal seperti ini pasti akan lama menyelimutiku. Tapi apa akhirnya dia yang menemaaniku, dia yang selalu memberiku semangat agar tak lai memikirkanya (sahabatnya). Okee well aku mulai suka caranya yang memposisikan ku dengan baik dan selalu menghiburku. Hampir di setiap harinya aku selalu dibuatnya tertawa, senyum semangat selalu diberikan nya kepadaku. Aku merasa menikmatin hari hariku sekarang ini. Yaa aku rasa dari situ awal dari benih benih cinta itu mulai muncul dari hatiku.
Semua itu berlangsung cukuplama. Dan akhirnya dia bilang kalau aku adalah sahabat terbaiknya. Dan dia ingin mencari seorang wanita yang berkerudung. Hmm pas banget kata katanya bikin aku sedikit kaget. Jadi selama ini aku yang terlalu ge.er? trus apa arti perhatian nya? Sahabat? Hahah bodoh banget aku!. Lama lama aku mulai sedikit menghindar dari dia. Aku rasa aku tak ingin perasaan ge.erku ini akan semakin dalam. Semakin sering aku meghindar semakin sering pula dia selalu mendekatiku.
Sampai aku pikir ni anak maunya apaan sih? Uda dong hey ! cukup jangan bikin aku ge.er lagi yaa. Akhirnya aku sering memasang umpan kepadanya, aku berpura pura memiliki pacar haha dan aku ingin tau apa respon nya. Dan ternyata flat banget respon nya, yaaaa Cuma “oh selamat yaa” gitu doang okeeh mulai deh yaa semakin aku panas”in aja dia. Tetapi semakin sering aku pasang umpan eh dia juga ikutan gitu ke aku. Oke aku capek mending biasa aja. Lama lama emang bener aku ga bisa sehari aja tanpa kabar dari dia. Aku galau, aku khawatir. Semakin lama dan lama kedekatan kita semakin jauh karena dia sudah menemukan sosok seseorang yang selama ini dia cari. Yaa berkerudung, baik, santun, pinter. Emang aku ga seperti apa yang dia ngin tetapi aku lebih kenal dia dan aku lebih mempunyai perasaan cinta yang tulus dari dia (pacarnya) yang baru aja kenal. Mungkin takdir sudah berkata lain, aku mulai menghindar darinya. Terkadang jika perasaan it muncul lagi aku hanya bisa melampiaskan nya dengan airmata. Dan sudah 3thn itu berlangsung aku masih saja dengan kebodohan ku mengharapkanya! Konyol!.
Share








2 komentar:
your experience ?
yes, this my bad experience
Posting Komentar
Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)