Rabu, 23 November 2011

"dia dan DIA, berbeda"

dia "kenapa lagi? DIA menyakitimu?" , "tidak aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang seperti itu" dia menggenggam tanganku erat dan di iringi dengan alunan angin yang membelaiku hingga semakin lama merasa dingin. "kamu senang dengan keadaan seperti ini?" aku hanya menaikan bahuku dan tak tau apa yang harus aku jawab, sesungguhnya aku sudah tidak tahan dengan sikapnya yang terus hanya menjadikan aku semacam kipas yang hanya karna dia gerah akan menggunakan nya tapi jika tidak dia akan menggunakan barang yang lebih dingin daripada kipas. semakin erat genggamanya, tanganku merasa hangat entah apa yang aku rasakan malam itu, aku sangat menikmatinya. aku nyaman dengan nya, aku rindu diperlakukan begini, yang menghargai aku, menghormati aku, mencintai aku dengan tulus. dia "aku akan selalu setia bersamamu meskipun hanya menjadi bayangan" . senyumanya dia padaku mengingatkan aku pada setahun lalu yang aku pernah mendapatkan senyuman setulus itu. sampai kapan aku sadar bahwa seorang lelaki yang sebenarnya aku dambakan dari dulu sedang berada 2cm didepanku, dia sangat mencintaiku, cintanya tulus padaku. tapi kenapa aku masih saja mengharapkan DIA yang menyakitiku bisa seperti seorang lelaki dihadapanku ini. sampai kapan aku bertahan pada bayang bayang semu yang jelas tak pernah sekalipun bayang semu itu menemaniku. dia sahabatku :) Share
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)