Manusia bisa berencana dengan indah di sertai aksesoris
imajinasinya yang gemerlap. Tetapi semuanya hanya tuhan yang bisa berkehendak. Ta
pernah ada manusia yang hidup tanpa masalah. Justru semakin hebat masalah itu
semakin besar diri kita. Percayalah bahwa tuhan tak mungkin memberi ujian yang
di atas kemampuan kita. Tuhan mengerti bagaimana diri kita, hanya bagaimana
diri kita bisa melewati ujian itu dengan sabar dan tawakal. Seperti siswa yang
harus menempuh ujian UN dahulu sebelum dia memasuki tingkat pendidikan yang
lebih tinggi lagi.
Terkadang bagi mereka yang kelam hidup ini serasa gelap,
panas, dan jauh. Sebenarnya mereka takkan merasakan yang seperti itu jika mereka
mendapat sesuatu yang memang mereka butuhkan dan inginkan.
Aku tak pernah bermimpi jika masa sekarang yang sedang
kujalanin akan menjadi seperti ini. Tak indah dan tak juga buruk semuanya
hambar, tak berwarna, tetapi bercahaya. Bingung memposisikan semuanya ini
dimana dan darimana. Arah langkahku membawaku dalam lorong yang tak pernah ku
inginkan untuk ku lewati. Perih jika langkah ku ku kembalikan, dan gelap jika
langkahku ku teruskan. Semuanya membingungkan, seolah tak ada jalan yang nyata.
Awan yang cerah dengan cahaya kuning yang biasa ku lihat kini menjadi kelabu.
Sangat tak ingin aku menghentikan langkahku begitu saja di
tempat yang tak kukenali ini. Aku merindukan alunan nada yang selalu bisa
membuat bunga bunga di hatiku menari. Aku merindukan airmata bahagiaku, aku
merindukan lukisan senyuman seseorang yang sudah hampir kulupakan namanya. Semuanya
pelan – pelan menghilang seolah waktu sangat kejam kepadaku saat ini. Seperti serpihan
es yang hanya di sentuh dengan jari akan pecah menjadi bagian – bagian yang tak
bisa di sambungkan lagi. Segala yang terluka pernah merasakan bahagia dan segala
yang bahagia merasakan luka.
AKU = hanya serpihan kisah yang belum sempat ku ceritakan :)
Share








0 komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran Anda sangat membantu, Trimakasih :)